RUMUS SEMAKIN KAYA
28 Oktober 2008
, Posted by Rachmad Hakim at 11:33
Hampir semua orang memilih kaya daripada menjadi miskin. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kaya?
Definisi Kaya
Berikut adalah beberapa definisi kaya yang dapat membantu pemahaman kita:
- Orang yang berpenghasilan minimal 1 juta dolar dalam setahun (majalah Forbess).
- Passive income lebih besar daripada pengeluaran yang dilakukan sesuai standar gaya hidup kita (Robert T Kiyosaki).
- wealthy: owning a lot of money or expensive property
worth much: worth a great deal of money (Microsoft® Encarta® 2009) - Memiliki penghasilan atau total kekayaan di atas rata-rata masyarakat di sekitarnya. (Definisi umum, menurut perkiraan saja)
Setiap orang pasti punya keinginan untuk memiliki harta melimpah. Lantas, bagaimanakah caranya mendapatkan kekayaan?
Secara garis besar, kekayaan dapat diraih dengan dua cara berikut:
- Merugikan pihak lain, dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar. Intinya, keuntungan didapatkan dari kerugian orang lain. Jadi, telah terjadi perpindahan sejumlah kekayaan dari pihak yang dirugikan ke pihak yang diuntungkan. Misalnya: penipuan, perampasan, korupsi, perjudian. Cara-cara seperti ini tidak akan dibahas.
- Menguntungkan orang lain, dilakukan dengan cara memberikan nilai tambah (added value) yang berguna bagi pihak lain. Sebagai imbalan, kita mendapatkan sejumlah uang sebagai bentuk terima kasih terhadap yang telah kita lakukan. Meskipun menguntungkan, ada pihak lain yang mungkin dirugikan, yaitu kompetitor.
Kaya lewat jalur menguntungkan orang lain hanya bisa didapatkan dengan memberikan kontribusi nilai tambah yang sebesar-besarnya.

Dengan demikian kekayaan kita juga akan meningkat seiring nilai tambah yang diterima masyarakat.
Rumus tersebut berlaku terutama untuk jalur bisnis. Sedangkan jalur bekerja akan lebih sulit melakukan multiplikasi. Kecuali terdapat semacam royalti atau paten, misalnya untuk penyanyi, penulis.Tentu saja perhitungan di atas telah disederhanakan dan hanya sebagai ilustrasi untuk memudahkan pemahaman.
Konsep Leverage
Untuk meningkatkan kekayaan, kita harus mengoptimalkan dua komponen kekayaan, yaitu:
- Nilai tambah pada barang atau jasa.
- Konsumsi barang atau jasa. Konsumsi memiliki dua komponen: jumlah konsumen dan frekuensi konsumsi.

Berikut adalah contoh leverage teknologi. Penyanyi dan aktor akan kesulitan memasarkan musik atau film tanpa ada teknologi rekaman. Penyanyi dan aktor harus beraksi dari satu panggung ke panggung. Dengan adanya teknologi seperti sekarang, aktor dan penyanyi hanya perlu melakukan performa sekali saja lalu sistem yang ada akan bekerja dengan sendirinya.
Contoh leverage lain:
- Kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi dapat memberikan nilai tambah baru yang akhirnya menciptakan pasar blue ocean. Jika inovasi tersebut tidak dapat ditiru atau bahkan dideteksi kompetitior, maka pada pasar akan tercipta semacam "monopoli terselubung". Kreativitas dan inovasi sangat bergantung pada kualitas dan kompetensi karyawan.
- Strategi yang branding yang tepat pada perusahaan dan produk dapat meningkatkan nilai tambah.
- Marketing. Tanpa ada sistem pemasaran yang yang solid untuk mengkomunikasikan nilai tambah, bisa jadi barang/jasa tidak akan dikenal baik oleh masyarakat. Marketing berguna terutama untuk mendongkrak faktor multiplikasi.
- Modal. Modal yang besar memungkinkan kita dapat bergerak lebih bebas seperti membuat iklan, promosi, dan sales lebih gencar serta melakukan ekspansi.
- Sistem bisnis. Sistem bisnis seperti waralaba dan kerjasama bisnis lainnya dapat menjadi leverage jika diimplementasikan dengan tepat.
Rumus dasar untuk menjadi kaya, ciptakan added value yang optimal (baik tangible maupun intangible) dan lakukan multiplikasi secara optimal, dengan menggunakan leverage yang tepat.



Currently have 0 komentar: