Latest News

MAMPU DAN TAHU

06 November 2008 , Posted by Rachmad Hakim at 12:23

Dalam bahasa Inggris, tahu (paham) dapat diterjemahkan sebagai know (understand). Berikut adalah definisi umum tentang tahu (paham):

  • hold information in mind: to have information firmly in the mind or committed to memory.
    grasp meaning of something: to know or be able to explain to yourself the nature of somebody or something, or the meaning or cause of something. (Microsoft® Encarta® 2009)
  • Have knowledge of (Babylon Pro)
    Grasp the meaning of (Babylon Pro)
KNOWING DOING GAP
Dari pengalaman di bangku sekolah dan kuliah, banyak orang yang tidak sengaja mengartikan bahwa jika sudah tahu, mengerti, faham berarti sudah bisa, mampu, atau menguasai. Faktanya, tidak semuanya berlaku demikian.
Pengetahuan teori yang diajarkan oleh manusia yang satu ke manusia yang lain terbatas pada faktor-faktor berikut:
  • Dikomunikasikan terutama lewat bahasa (language), dapat dibantu oleh gambar, video
  • Bekerja pada mekanise pikiran sadar
  • Lebih banyak berkaitan dengan otak logika, bukan otak rasa ataupun otak fisik
Karena keterbatasan di atas, mengetahui tidak selalu berarti mampu atau menguasai. Berikut adalah beberapa contohnya:
  • Berkaitan dengan mekanisme bawah sadar.
    Misalnya menyetir. Orang yang tahu teori menyetir mobil belum tentu mampu menyetir mobil. Karena menyetir mobil membutuhkan peran mekanisme bawah sadar yang besar. Dengan kata lain, butuh latihan dan jam terbang untuk membiasakan diri. Jika bawah sadar sudah bisa, kita dapat menyetir mobil bahkan tanpa memikirkan lagi secara sadar bagaimana caranya.
  • Berkaitan dengan otak non logika.
    Berpidato misalnya. Orang yang menguasai teori berpidato serta menguasai materi pidato belum tentu mampu membawakan pidato dengan baik dan mengesankan. Karena ada faktor lain yang dalam bahasa sehari-hari sering disebut dengan mental. Ini ada kaitannya dengan otak fisik dan emosi. Berhubungan dengan otak fisik misalnya kemampuan berbicara, tidak demam panggung (jantung berdetak lebih cepat, nafas pendek-pendek, keringat dinign). Berhubungan dengan otak mamalia misalnya tidak takut dan tidak malu.
  • Berhubungan dengan hal lain yang lebih berkaitan dengan pelakunya sendiri.
    Bisa melibatkan mekanisme bawah sadar, logika, emosi, dan fisik sekaligus. Faktor-faktor tersebut seperti: keyakinan, pengalaman masa lalu, preferensi, asosiasi, tingkat resiko yang bersedia diambil, faktor kecanduan, attitude, kepribadian, kebiasaan, ketakutan, dll. Masalah di atas sulit untuk dipukul rata karena masing-masing orang bisa jauh berbeda. Karena itu, kebanyakan teori tidak dapat mencakup hal tersebut secara mendalam.

KESIMPULAN
Jangan langsung menyalahkan teori jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Bisa jadi ada faktor lain seperti faktor emosi, fisik, bawah sadar, dan pelaku sendiri. Masukan juga bagi yang berkecimpung di dunia pendidikan, untuk jangan melupakan faktor di atas.

Currently have 0 komentar: