Latest News

PILIHAN DAN KEPUTUSAN

10 November 2008 , Posted by Rachmad Hakim at 13:55

Jika harus memutuskan di antara dua pilihan berikut, mana yang akan Anda pilih?

  • seonggok daging
  • satu kilogram emas murni
Jika masih normal, tentu Anda memilih emas. Tetapi bagaimana jika yang memilih adalah seekor anjing?
Andaikan daging tersebut sudah kotor dan bau sekalipun, anjing akan tetap memilih daging daripada emas murni. Mengapa? Ini terjadi karena keterbatasan intelektual dan pemahaman anjing sendiri. Artinya, keterbatasan pemahaman dapat membuat pilihan yang dibuat dalam hidup, salah.
Setiap saat manusia membuat pilihan yang terbaik menurutnya pada saat itu. Sesuai dengan prakiraan (presupposition) dalam NLP (Neuro Linguistic Programming) yang menyatakan bahwa "People make the best choice they can at the time".
Pilihan yang tampaknya terbaik di satu saat bisa jadi berubah jika manusia tersebut disadarkan atau mendapatkan informasi baru di kemudian hari. Misalnya karena keputusan diambil saat emosional, terobsesi, atau ego menguasai. Ini dapat membuat manusia menyesali keputusannya.
Cara terbaik dalam menghindari kesalahan membuat keputusan adalah meningkatkan kesadaran diri sendiri termasuk pengetahuan, serta dapat melihat konteks permasalahan dalam proporsi yang tepat.

KEPUTUSAN SADAR DAN BAWAH SADAR
Setiap saat manusia membuat pilihan-pilihan yang dapat berpengaruh tidak hanya pada dirinya juga pada diri orang lain di sekitarnya, terutama stake holder masing-masing. Manusia tidak mungkin tidak membuat keputusan. Bahkan menunda untuk memutuskan juga merupakan keputusan.
Jika dalam hidup kita merasa tidak banyak membuat keputusan, berarti keputusan-keputusan dibuat oleh alam bawah sadar kita, bukan oleh pikiran sadar. Ini bisa terjadi karena beberapa alasan:
  • Awareness masih kurang sehingga tidak menganggap masalah tersebut penting. Akibatnya, kita menyerahkan mekanisme keputusan berdasarkan kebiasaan, auto pillot, atau mood saat itu.
  • Keengganan psikologis yang membuat kita resisten untuk memikirkan masalah tersebut secara sadar, misalnya karena tidak nyaman, takut. Akibatnya kita mengalihkan ke hal lain untuk menunda atau menghindar dari keharusan membuat keputusan.
  • Strategi untuk mengurangi tanggung jawab dan rasa bersalah terhadap akibat dari keputusan yang harus diambil.
  • Mengikuti saja kondisi lingkungan, take for granted (mengikuti orang tua, kebiasaan masyarakat sekitar, tokoh panutan).
Dalam diri manusia terdapat mekanisme bawah sadar yang membantu dalam menangani hal-hal kompleks, terutama menyangkut multi tasking: misalnya bermain gitar, bermain game, menyetir mobil, dll. Namun, pikiran bawah sadar tidak boleh mengambil alih pikiran sadar dalam membuat keputusan primer.
Anjuran strategi dalam membuat keputasan adalah sebagai berikut:
  • Gunakan pikiran sadar dalam membuat keputusan. Misalnya: kita ingin naik mobil ke mana.
  • Berdayakan mekanisme bawah sadar untuk pencapaian tujuan berdasarkan keputusan yang dibuat. Misalnya, serahkan pada mekaniswa pikiran bawah sadar untuk menyetir mobil berdasarkan tujuan yang dibuat oleh pikiran sadar.
KONFLIK DALAM KEPUTUSAN
Konflik dalam membuat keputusan juga dapat terjadi karena cara kerja otak dan pikiran kita sendiri. Konflik dapat menyebabkan pikiran kita salah memutuskan atau berhenti dan tidak melakukan apa-apa karena bingung.
Dalam buku "The Triune Brain Theory", Dr. Paul McLean membagi otak manusia menjadi tiga bagian utama:
  • Otak reptil atau otak fisik, adalah bagian otak yang bertanggung jawab atas semua operasi proses tubuh kita seperti detak jantung, fungsi saraf, aliran darah, penglihatan, pendengaran, dll.
  • Otak mamalia atau disebut otak emosi, adalah bagian otak yang berfungsi untuk menimbulkan emosi seperti marah, kesal, benci, sedih, senang, cemburu, bahagia, takut, membela diri, dll. Inilah otak yang berhubungan dengan imajinasi, mimpi, perasaan, musik, seni, warna, keindahan, dll.
  • Otak logika atau neocortex atau otak logika adalah bagian otak yang berhubungan dengan pemikiran seperti alasan, bahasa, perhitungan, hafalan, dll.
Mari kita buat contoh konflik yang berhubungan dengan otak:
Suatu saat Anda baru pulang dari luar kota karena keperluan mendesak. Tentu Anda merasa letih dan otak reptil mengatakan bahwa Anda harus istirahat. Namun, satu hari lagi ada ujian semester, dan Anda sangat jauh dari siap. Tentu otak logika mengatakan Anda harus belajar saat itu juga. Tidak disangka, pacar Anda datang jauh-jauh dari kota lain untuk melepas rindunya. Tentu otak mamalia mengatakan Anda harus menemaninya.
Dapat dilihat bahwa konflik dalam membuat keputusan sering terjadi. Tidak hanya antar fungsi otak, bahkan konflik dapat terjadi dalam satu fungsi otak. Mari kita buat contohnya.
Misal anda bekerja sambil berbisnis. Suatu saat, ada projek dalam pekerjaan yang harus diselesaikan dan memakan sumberdaya Anda cukup besar. Di pihak lain, bisnis Anda sedang tumbuh dan harus diurusi oleh Anda secara langsung. Konflik kepentingan dapat terjadi antara bisnis dan pekerjaan yang kedua-duanya bersumber pada otak neo korteks.
Untuk menyelesaikan konflik, maka Anda harus mempunyai prioritas. Yang mana dulu yang akan didahulukan. Kalau tidak ada prioritas, bisa jadi Anda hanya akan tenggelam ke dalam konflik itu sendiri tanpa ada kemajuan sama sekali.
Tanpa adanya sistem IRQ (interrupt request), hardware komputer tidak mungkin berjalan dengan benar. Dalam sofware juga terdapat sistem multitasking dan multithreading dengan prioritas yang memungkinkan software komputer bekerja dengan efisien.
Prioritas ditentukan oleh hal-hal apa yang penting dalam hidup Anda. Karena itu, harus ditentukan dulu hal apa saja yang penting dan bagaiman pengaruhnya dalam hidup Anda saat ini. Satu bulan lagi, setahun lagi, lima tahun lagi, atau dua puluh tahun lagi. Jika prioritas sudah jelas, maka konfik internal dalam pemikiran kita akan hilang dengan sendirinya.

Currently have 0 komentar: