SELF ESTEEM
17 November 2008
, Posted by Rachmad Hakim at 09:56
Dalam bahasa yang sederhana, self esteem sering diartikan dengan harga diri. Berikut adalah beberapa definisi mengenai self esteem:
- Sense of one's own worth, sense of one's value. Babylon Pro
- Overall evaluation or appraisal of her or his own worth. Wikipedia.
- Self-respect: confidence in your own merit as an individual person. (Microsoft® Encarta® 2009).
Jika percaya diri (self confidence) berkaitan dengan antisipasi masa depan, maka harga diri (self esteem) berkaitan dengan evaluasi masa lalu.
Harga diri merupakan AKIBAT dari evaluasi yang dilakukan terhadap diri kita, baik secara langsung mapun tidak langsung.
- Langsung, kita melakukan evaluasi tentang aspek dalam diri yang kita anggap penting
- Tidak langsung, kita mendapat feedback dari orang lain, terutama: teman, orang tua, lingkungan tempat tinggal, sekolah. Feed back dapat berupa tanggapan orang lain terhadap diri kita, apakah diri kita dihargai, disepelekan, dicemooh,disayangi, dibenci, diacuhkan, dll.
Evaluasi diri dapat dilakukan melalui mekanisme sadar ataupun bawah sadar. Kebanyakan hasil evaluasi diri bersifat subjektif. Evaluasi diri dibangun berdasarkan keyakinan dan pengalaman hidup. Masukan dari orang-orang yang dianggap penting juga sangat berpengaruh, apalagi saat masih kecil dan belum dewasa secara emosi/pemikiran. Perlakuan lingkungan, seperti orangtua, saudara, tetangga, dan teman dapat mempengaruhi pembentukan self esteem bahkan setelah orang tersebut dewasa.
RENDAH DIRI
Hasil evaluasi diri dapat menimbulkan high self esteem atau low self esteem. Dalam dosis tinggi, high self esteem yang tidak stabil (fragile) dapat mengakibatkan narsisme, sedangkan low self esteem dapat menimbulkan inferiority complex (rendah diri).
Rendah diri muncul sebagai akibat diri kita tidak mampu memenuhi kriteria yang kita tentukan sendiri. Kriteria muncul dari keinginan untuk melebihi atau paling tidak dapat mengimbangi orang-orang di lingkungan kita. Baik aspek dalam diri kita, maupun aspek tanggapan orang lain terhadap diri kita. Beberapa kriteria juga berkaitan dengan harapan minimal agar kita tidak dipandang remeh orang lain, termasuk agar layak diterima orang lain.
Rendah diri berpengaruh ke dalam pemikiran, emosi, dan tingkah-laku:
- Pemikiran: memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, self conscious, berkeyakinan negatif
- Emosi: malu, tidak nyaman, takut, terintimadasi secara psikologis, merasa tidak layak
- Tingkah laku: nervous, salting, menghindar
SELF ESTEEM DAN EGO
Dari perspektif ego, harga diri muncul sebagai akibat membandingkan diri kita dengan orang lain. Yang sebenarnya dibandingkan bukanlah diri kita, namun bentuk (form) ego. Jadi, yang dibandingkan adalah jabatan, penghasilan, level cantik/ganteng, penerimaan orang, dan segala bentuk form ego yang kita miliki. Bukan diri kita sebenarnya.
Jika masih tergantung pada ego, maka rendah diri (low self esteem) dapat muncul setiap saat. Beberapa cara menghilangkan rendah diri dan meningkatkan harga diri:
- Perbaiki diri sehingga memenuhi harapan atau syukur-syukur dapat melebihi orang lain
Kelemahan: beberapa area sulit dapat diubah, seperti: penampilan, tinggi badan, warna kulit, tingkat IQ, dll. Terima yang tidak dapat diubah, dan berusahalah mengubah yang dapat diubah merupakan solusi yang lebih tepat. - Seringlah untuk membandingkan diri kita dengan orang yang lebih rendah. Jangan banyak memikirkan orang yang lebih maju/beruntung.
Kelemahan: hanya berfungsi untuk mengalihkan fokus saja. Kita menjadi sulit untuk berjiwa besar. Pikiran seakan membenarkan 'senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang'. - Hentikan membandingkan diri kita dengan orang lain. Gunakan tolak ukur kemampuan sendiri, bukan orang lain.
Tidak selalu dianjurkan. Jika dilakukan dengan benar, membandingkan diri dengan orang lain dapat mendatangkan manfaat. Bukan dalam rangka mengalahkan orang lain, namun belajar dari mereka dan melakukan kalibrasi terhadap kemampuan kita sendiri. - Lakukan evaluasi diri tanpa melibatkan aspek emosi. Gunakan rasa kagum sebagai pengganti rendah diri saat membandingkan diri dengan orang lain.
Rendah diri muncul jika pikiran terlalu fokus pada diri sendiri, sedangkan kagum muncul jika pikiran lebih seimbang dan berfokus pada keberhasilan orang lain. Gunakan pembandingan untuk menyelesaikan masalah, bukan mencari masalah baru.



Gimana dengan konsekwensi dan konsistensi?
Any idea?